Sanem Terheran, Penerima Bantuan Sosial Tunai Pakai Cincin dan Gelang Emas, serta Naik NMax ke Kantor Pos

by -
Sanem Terheran, Penerima Bantuan Sosial Tunai Pakai Cincin dan Gelang Emas, serta Naik N Max ke Kantor Pos (1)
Bupati Belitung, Sahani Saleh, didampingi Kepala Kantor Pos Tanjungpandan, Richwan Boy, saat meninjau langsung penyaluran BST ke KPM, Senin (11/5/2020). Foto: Jabejabe News/fg6

Diakui Sanem, Pendataan KPM untuk BST Tak pernah Libatkan Pemerintah Daerah

TANJUNGPANDAN, NEWS.JABEJABE.co – Bupati Belitung, H. Sahani Saleh tinjau penyerahan Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kantor Pos untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Belitung, Senin (11/5/2020).

Selain meninjau, Bupati juga menyerahkan secara simbolis BST yang bernilai Rp.600.000,- untuk KPM, selama tiga bulan berturut-turut. Setidaknya ada 1368 KPM di Kabupaten Belitung yang menerima bantuan program dari Kementerian Sosial Republik Indonesia itu.

“BST ini memang program pusat dan ini memang dari Kementerian Sosial. Dan, penyerahannya memang melalui Kantor Pos,” sebut pria yang akrab disapa Sanem itu kepada news.jabejabe.co di sela-sela peninjauan.

Menurut pantauannya, tidak sedikit dari KPM yang seharusnya tidak mendapatkan BST tersebut, namun malah didata dan mendapatkan BST.

“Jadi kita cek kan, ternyata perlu penyempurnaan ke depannya bukan dari penyampaiannya, tapi beberapa data harus kita perbaiki,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, KPM yang mendapatkan BST ini tidak pernah didata dari Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung, melainkan langsung dari Kementerian Sosial.

“Kreteria ini dari pusat, kalau sekarang kreterianya saya tidak tahu juga. Itulah sebenarnya kadang-kadang huru-hara bupati ke bawah. Tidak tahu seperti apa, karena kita juga waktu mendata ini tidak tahu juga, kita tidak terlibat,” beber Sanem.

Dalam pantauannya, ia melihat dan menyebutkan, banyak di antara KPM yang dilihatnya kurang pantas jika harus mendapatkan bantuan.

“Katakanlah yang baru menikah seperti yang tadi, lahir tahun 1995 baru menikah kok, sudah dapat bantuan itu. Ini kan tidak elok, karena dia mampu kawin kan, artinya dia sudah mampu. Ini bukti yang kita lihat hari ini. Masa baru menikah kok dia dapat, apalagi dia sehat walafiat,” bebernya lagi.

Pernyataan tersebut bukanlah tanpa dasar. Sebab, kata Sanem, menurut pantauannya terlihat ada juga beberapa KPM yang memakai cincin dan gelang emas besar, serta menggunakan motor Yamaha N Max saat pengambilan BST ke Kantor Pos.

“Nah persoalannya mungkin selama ini orang menyalahkan Pak Bupatilah yang tidak beres mendatanya. Padahal data ini kan ya kita tidak dilibatkan. Hal inilah yang akan kita evaluasi, tapi ujung-ujungnya pusat menyalahkan bupati, kan datanya dari bawah, tapi saat kita realisasi aku melihat selama ini tidak pernah melibatkan kita,” tuturnya.

Selain itu, katanya, ketidakterlibatan Pemerintah daerah ini sudah terjadi sejak dulu, di mana dari saat dirinya menjabat sebagai camat, wakil bupati, hingga menjadi bupati dua periode.

“Sudah dua periode ini tidak pernah mendapat tugas berupa memberikan data ini. Harusnya kan kalau ada program seperti ini, ada bupati yang dilibatkan untuk mendata sesuai dengan kreteria yang ada. Oke dampak corona ini tidak memandang itu, tapi kalau BST ini kan setiap bulan mereka ini dapat. Jadi nanti, habis corona ini akan kita evaluasi data-datanya, kita turun dari rumah ke rumah,” tegasnya.

Reporter: Faizal
Editor: sue

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *